Skip to main content
Berita KegiatanPencegahan dan Pemberdayaan MasyarakatEdukasiBerita Utama

Kratom Memiliki Nilai Ekonomi Namun Dilema Kratom, Tumbuhan Mujarab Tapi Ditetapkan sebagai Narkotika

Dibaca: 83 Oleh 27 Jan 2022April 30th, 2024Tidak ada komentar
Konsep Otomatis
#BNN #StopNarkoba #CegahNarkoba

Kalimantan Timur – Camat Kota Bangun, Bapak Drs. Mawardi mengatakan dari 21 desa dibantaran sungai  terdapat   10 desa  dengan  tanaman kratom, selain itu tumbuhnya  pohon  kratom di rawa dan pinggir sungai.

Oleh masyarakat   tanaman  ini ditanam untuk menahan  abrasi  sungai   namun tidak menutup kemungkinan Kalau ingin  dilarang harus ada solusinya  untuk menahan abrasi pinggiran sungai, selain itu juga  untuk  penggantinya perlu dipikirkan  agar tidak terjadi abrasi selain  itu bagi tanaman kratom oleh masyarakat  sebagai  Tambahan secara ekonomi bagi masyarakat cukup luar biasa, hingg  saat ini masyarakat masih menunggu regulasi yang pasti.

Di Indonesia tanaman kratom dapat ditemukan sebagian besar di pulau Kalimantan, Sumatera, Maluku, Papua dan Sulawesi Selatan.

Konsep Otomatis

 

Kepala BNNP Kaltim, Brigadir Jenderal  Polisi Wisnu Andayana, menuturkan  kratom tumbuh sumbur di bantaran sungai  didesa Liang  kecamatan Kota Bangun,  Warga desa yang membudidayakan   kratom memiliki nilai ekonomi. Akan Tetapi menurut Kepala BNNP Kalimantan  Timur  Brigjen Pol Wisnu, kratom telah dikategorikan sebagai narkotika golongan satu.

Oleh karena itu, Ka.BNNP Kaltim mengimbau, seluruh masyarakat tidak mengonsumsi kratom, Pelarangan memanfaatkan kratom dikecualikan untuk penelitian. Sosialiasi pelarangan konsumsi kratom tengah dilakukan BNN dan pemerintah daerah.

Kratom Memiliki Nilai Ekonomi Namun Dilema Kratom, Tumbuhan Mujarab Tapi Ditetapkan sebagai Narkotika

Sementara  itu  Sekretaris Komisi lV DPRD Kaltim, Salehudin, yang ikut dalam kunjungan, juga mengatakan, kratom memiliki nilai ekonomi,  Bahkan  sejumlah warga telah menjadikan tumbuhan tersebut  sebagai  sumber penghasilan  selain   itu juga  Tumbuhan ini juga menjadi pencegah abrasi,” Tutur Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim .

Menurut  Salehhudin  sangat   disayangkan  sosialisasi  tetang  kratom sebagai narkotika belum berjalan maksimal, Mengingat  masih ada masyarakat yang belum mengetahui ketentuan tersebut. “Masyarakat belum mengetahui secara persis pelarangan itu,” ucapnya.

Kratom Memiliki Nilai Ekonomi Namun Dilema Kratom, Tumbuhan Mujarab Tapi Ditetapkan sebagai Narkotika

Sementara itu, Kepala Desa Liang, Rodiani, menyebut, ada 20 warganya yang menjadi petani kratom sejak 2018. Di atas lahan seluas puluhan hektare, para petani bisa mendapatkan 20 ton kratom setiap panen. Biasanya, tumbuhan tersebut dijual ke Kalimantan Barat hingga luar negeri.

Dikonfirmasi  melalui  telpon  Wakil Bupati Kukar sekaligus Ketua BNK Kukar, Rendi Solihin, mengatakan, jumlah petani kratom di Kukar lumayan banyak, sekitar 12 ribu petani. Para petani kratom tersebar di sejumlah kecamatan seperti di Muara Wis, Kota Bangun dan Muara Muntai.

Diperkirakan, luas lahan pertanian kratom di kabupaten ini mencapai 226 hektare. Pemkab dan BNK Kukar dipastikan terlibat dalam sosialisasi kratom sebagai narkotika Rencananya, pembudi daya kedemba dialihkan sebagai pembudi daya ikan.

Humas BNNP Kaltim

Kirim Tanggapan

made with passion and dedication by Vicky Ezra Imanuel