
Kalimantan Timur – Camat Kota Bangun, Bapak Drs. Mawardi mengatakan dari 21 desa dibantaran sungai terdapat 10 desa dengan tanaman kratom, selain itu tumbuhnya pohon kratom di rawa dan pinggir sungai.
Oleh masyarakat tanaman ini ditanam untuk menahan abrasi sungai namun tidak menutup kemungkinan Kalau ingin dilarang harus ada solusinya untuk menahan abrasi pinggiran sungai, selain itu juga untuk penggantinya perlu dipikirkan agar tidak terjadi abrasi selain itu bagi tanaman kratom oleh masyarakat sebagai Tambahan secara ekonomi bagi masyarakat cukup luar biasa, hingg saat ini masyarakat masih menunggu regulasi yang pasti.
Di Indonesia tanaman kratom dapat ditemukan sebagian besar di pulau Kalimantan, Sumatera, Maluku, Papua dan Sulawesi Selatan.

Kepala BNNP Kaltim, Brigadir Jenderal Polisi Wisnu Andayana, menuturkan kratom tumbuh sumbur di bantaran sungai didesa Liang kecamatan Kota Bangun, Warga desa yang membudidayakan kratom memiliki nilai ekonomi. Akan Tetapi menurut Kepala BNNP Kalimantan Timur Brigjen Pol Wisnu, kratom telah dikategorikan sebagai narkotika golongan satu.
Oleh karena itu, Ka.BNNP Kaltim mengimbau, seluruh masyarakat tidak mengonsumsi kratom, Pelarangan memanfaatkan kratom dikecualikan untuk penelitian. Sosialiasi pelarangan konsumsi kratom tengah dilakukan BNN dan pemerintah daerah.

Sementara itu Sekretaris Komisi lV DPRD Kaltim, Salehudin, yang ikut dalam kunjungan, juga mengatakan, kratom memiliki nilai ekonomi, Bahkan sejumlah warga telah menjadikan tumbuhan tersebut sebagai sumber penghasilan selain itu juga Tumbuhan ini juga menjadi pencegah abrasi,” Tutur Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim .
Menurut Salehhudin sangat disayangkan sosialisasi tetang kratom sebagai narkotika belum berjalan maksimal, Mengingat masih ada masyarakat yang belum mengetahui ketentuan tersebut. “Masyarakat belum mengetahui secara persis pelarangan itu,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Liang, Rodiani, menyebut, ada 20 warganya yang menjadi petani kratom sejak 2018. Di atas lahan seluas puluhan hektare, para petani bisa mendapatkan 20 ton kratom setiap panen. Biasanya, tumbuhan tersebut dijual ke Kalimantan Barat hingga luar negeri.
Dikonfirmasi melalui telpon Wakil Bupati Kukar sekaligus Ketua BNK Kukar, Rendi Solihin, mengatakan, jumlah petani kratom di Kukar lumayan banyak, sekitar 12 ribu petani. Para petani kratom tersebar di sejumlah kecamatan seperti di Muara Wis, Kota Bangun dan Muara Muntai.
Diperkirakan, luas lahan pertanian kratom di kabupaten ini mencapai 226 hektare. Pemkab dan BNK Kukar dipastikan terlibat dalam sosialisasi kratom sebagai narkotika Rencananya, pembudi daya kedemba dialihkan sebagai pembudi daya ikan.
Humas BNNP Kaltim




