Berita Kegiatan

Orang Islam Menyadari Bahwa Keberadaannya Di Dunia Ini Bukan Kemauan Sendiri, Atau Hasil Proses Evolusi, Melainkan Kehendak Yang Maha Kuasa.

Dibaca: 0 Oleh 19 Okt 2021Tidak ada komentar
Orang Islam Menyadari Bahwa Keberadaannya Di Dunia Ini Bukan Kemauan Sendiri, Atau Hasil Proses Evolusi, Melainkan Kehendak Yang Maha Kuasa.
#BNN #StopNarkoba #CegahNarkoba

Kalimantan Timur  –  Manusia  menurut  agama Islam  dapat  diambil   dari   ayat   AlQuran dan al-Hadits. Menurut al-Quran, manusia diciptakan Allah dari intisari tanah yang dijadikan nuthfah dan disimpan di tempat yang kokoh.

Kemudian nuthfah itu dijadikan darah beku, darah beku itu dijadikan mudghah, mudghah dijadikan tulang, tulang dibalut  dengan daging  yang kemudian dijadikan Allah makhluk  lain Al-Quran [23]: 12-16).

Nery  Mahasiswi  IAIN  samarinda juga   menjelaskan bahwa setelah kejadian manusia dalam kandungan mengambil bentuk, ditiupkan Allah ke dalamnya ruh dan dijadikannya pendengaran, penglihatan dan perasaan. Hadits yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim menyatakan bahwa ruh dihembuskan Allah swt ke dalam janin setelah ia mengalami perkembangan 40 hari nuthfah, 40 hari darah beku dan 40 hari mudghah.

Orang Islam Menyadari Bahwa Keberadaannya Di Dunia Ini Bukan Kemauan Sendiri, Atau Hasil Proses Evolusi, Melainkan Kehendak Yang Maha Kuasa.

Dari  ayat dan hadits di atas jelas kelihatan bahwa manusia tersusun dari dua unsur, materi dan imateri, jasmani  dan ruhani. Orang Islam menyadari bahwa keberadaannya di dunia ini bukan kemauan sendiri, atau hasil proses evolusi, melainkan kehendak Yang Maha Kuasa.

Sementara  itu  Garis  amalnya  manusia  tidak akan mengurangi prestasi kerja seseorang hamba, tetapi justru akan memperoleh nilai tambah yang sangat bebas artinya, baik bagi dirinya sendiri maupun bagi  lingkungannya, karena segala perbuatannya dilandasi dengan motivasi luhur yang terkait dan terikat dengan Zat Yang Maha Tinggi, Maha Rahman dan Rahim, Maha Melihat dan Maha Mendengar.

Orang Islam Menyadari Bahwa Keberadaannya Di Dunia Ini Bukan Kemauan Sendiri, Atau Hasil Proses Evolusi, Melainkan Kehendak Yang Maha Kuasa.

Tujuan kedua, adalah manusia diciptakan sebagai wakil Tuhan di muka bumi (QS Al-Baqarah: 30, Yunus: 14 dan Al-An‟am: 165). Karena Allah Zat yang menguasai dan memelihara alam semesta (Rabbul „alamin) maka tugas utama manusia sebagai wakil Tuhan ialah menata alam sebaik-baiknya untuk kesejahteraan hidupnya.

Tujuan ketiga, manusia diciptakan untuk membentuk masyarakat manusia yang saling kenal-mengenal, hormat menghormati dan tolong menolong antara satu dengan yang lain (QS al-Hujurat: 13). Kalau tujuan penciptaan yang pertama dan kedua lebih difokuskan pada tanggung jawab individu, maka tujuan penciptaan yang ketiga ini menegaskan perlunya tanggung jawab bersama dalam menciptakan tatanan kehidupan dunia yang damai.

Dengan  demikian, dia  menyadari  bahwa dirinya adalah ciptaan (makhluk) Allah, yang dalam hidupnya mempunyai ketergantungan (dependent) kepada-Nya,   Dari  ayat dan hadits di atas jelas kelihatan bahwa manusia tersusun dari dua unsur, materi dan imateri, jasmani dan ruhani. Orang Islam menyadari bahwa keberadaannya di dunia ini bukan kemauan sendiri, atau hasil proses evolusi, melainkan kehendak Yang Maha Kuasa.

Humas BNNP Kaltim

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel